Pada Aqiqah, Bolehkah Daging Kambing Diganti dengan Daging Sapi?


Assalamu 'alaikum wr.wb.

Pak Ustadz, Kami ingin mengadakan aqiqah dengan memotong 3 ekor kambing, (2 untuk laki-laki dan 1 untuk perempuan). Permasalahannya banyak tetangga di lingkungan kami tidak mengkonsumsi daging kambing. Supaya dapat dikonsumsi oleh banyak orang, bolehkah jika memotong 1 kambing dan uang senilai 2 ekor kambing digantikan dengan daging sapi atau uang senilai 3 ekor kambing di gantikan dengan daging sapi.

Wassalamu 'alaikum wr.wb

Adi


Jawaban:

Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulilahi Rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'alaa Sayyidina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihihi ajma'in, wa ba'du.

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan masalah kesejahteraan sosial. Begitu banyak paket pemberian kepada mereka yang membutuhkan dalam agama ini mulai dari zakat, infaq, sedekah, waqaf, hibah, qardhul hasan sampai dhahiyah (hewan qurban) dan aqiqah. Semua itu menunjukkan bahwa masalah kesejahteraan sosial dalam agama Islam sangat mendapatkan perhatian besar.

Dan semua amal baik itu pastilah dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang jauh lebih besar lagi, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya

Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 261)

Namun secara detail, masing-masing bentuk pemberian itu ada aturan mainnya. Ada yang aturan mainnya agak ketat seperti zakat, aqiqah dan qurban, namun ada juga yang agak longgar seperti sedekah, infaq dan hibah. Untuk itu kita harus pahami terlebih dahulu semua aturan main dari masing-masing bentuk pemberian ini, agar niat kita yang sudah baik itu bisa selaras dengan tata cara pelaksaannya. Sebab bila salah dalam tata cara pelaksanaannya, bisa jadi ibadah kita malah tidak diterima Allah SWT, sebab terjadi 'salah prosedur'.

Khusus dalam masalah penyembelihan hewan aqiqah, ibadah ini termasuk bagian dari ritual yang kental dengan tata cara pelaksanaan. Dari bentuk pemberiannya, telah ditetapkan harus melalui prosesi penyembelihan hewan jenis tertentu seperti kambing. Tidak sah bila menyembelih ayam atau kelinci meski nilainya melebihi harga dua ekor kambing sekalipun. Juga tidak sah bila pemberian aqiqah itu dikonversikan dalam bentuk uang tunai, paket sembako, bantuan beasiswa, jaminan asuransi kesehatan dan sebagainya. Sebab masalahnya bukan pada berapa nilai pemberiannya, melainkan pada nilai ritualnya. Aqiqah adalah sebuah bentuk ibadah ritual yang punya dimensi sosial. Tidak boleh dibalik menjadi bantuan sosial yang berdimensi ibadah.

Itulah yang kita dapat dari hadits Rasulullah SAW berikut ini :

Rasulullah SAW bersabda: "Setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ke tujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya serta diberi nama" (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan).

Tapi jika dalam rangka ikut berbagi kebahagiaan karena kelahiran bayi, Anda ingin memberikan beragam paket sosial seperti yang kami sebutkan di atas, tentu sangat baik dan pasti mendatangkan pahalanya sendiri. Namun dengan catatan bahwa semua itu tidak bisa dikategorikan sebagai ibadah aqiqah. Maka akan menjadi sangat baik bila Anda memadukan keduanya, yaitu sembelih hewan aqiqah lalu bagikan kepada fakir miskin, dengan dilengkapi dengan sumbangan lainnya.

Wallahu A'lam Bish-shawab
Wassalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.


www.eramuslim.com