Surat Apa dalam Al Quran yang Terakhir Turun?


Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Ustadz Ahmad Sarwat yang dirahmati Allah.

Saya ingin bertanya mengenai surat yang terakhir turun. Benarkah surat An-Nashr? karena beberapa waktu lalu saya memperoleh tulisan bahwa ayat yang terakhir turun adalah ayat dalam surat At-Taubah ayatnya saya lupa, bukan Surat Al-Maidah ayat 3 serta surat yang terakhir turun adalah surat An-Nashr. Mohon penjelasan dari ustadz beserta asbabun nuzulnya.

Syukron wa Jazakumullah

Wassalamu 'alaikum wr. wb.

Mahfudh


Jawaban:

Assalamualaikum 'Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Alhamdulilahi Rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'alaa Sayyidina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihihi ajma'in, wa ba'du

Sebaiknya Anda tidak perlu heran dengan perbedaan pendapat tentang ayat yang terakhir turun. Sebab kalau kita teliti lebih jauh perkataan para ahli ilmu al-Quran, ternyata pendapat mereka memang saling berbeda-beda. Bahkan di dalam kitab Mabahits Fie 'Ulumil Quran karya Syeikh Manna' Al-Qaththan disebutkan tidak kurang dari 9 versi pendapat yang saling berbeda.

Perbedaan pendapat ini wajar saja, karena memang tidak ada nash qath'i yang secara khusus menegaskan ayat apakah yang terkahir kali turun ke muka bumi. Berbeda dengan riwayat yang menyebutkan tentang ayat yang pertama kali turun yang sangat jelas nashnya, sehingga nyaris tidak ada perbedaan pendapat di dalam periwayatannya.

Pendapat pertama menyebutkan bahwa ayat terakhir yang diturunkan itu adalah ayat mengenai riba. Hal ini didasarkan pada hadist yang dikeluarkan oleh Bukhari dari Ibnu Abbas, yang mengatkan : 'Ayat terakhir yang diturunkan adalah ayat mengenai riba'. Yaitu firman Allah : "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba." (al-Baqarah : 278).

Pendapat ke dua mengatakan bahwa ayat Qur'an yang terakhir turun surat Al-Baqarah ayat 281 yang maknanya adalah : "Dan peliharalah dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah." (al-Baqarah : 281).

Ini didasarkan pada hadist yang diriwayatkan oleh an-Nasa'i dan lain-lain, dari Ibnu Abbas dan Said bin Jubair: "Ayat Qur'an terakhir turun ialah "Dan peliharalah dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah." (al-Baqarah : 281).

Pendapat ke tiga mengatakan bahwa yang terakhir turun ialah ayat mengenai hutang piutang, berdasarkan hadist yang diriwayatkan dari Said bin al-Musayyab: Telah sampai kepadanya bahwa ayat Qur'an yang paling muda di arsy ialah ayat mengenai utang. Yang dimaksudkan ialah ayat : "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu 'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya."(al-Baqarah : 282).

Ketiga riwayat itu dapat dipadukan, yaitu bahwa ketiga ayat tersebut di atas diturunkan sekaligus seperti tertib urutannya di dalam mushaf. Ayat mengenai riba, ayat pelihara dirimu dari azab yang terjadi pada suatu hari kemudian ayat mengenai utang, karena ayat-ayat itu masih satu kisah. Setiap perawi mengabarkan bahwa sebagian dari yang diturunkan itu sebagai yang terakhir kali, dan itu memang benar. Dengan demikian maka ketiga ayat itu tidak saling bertentangan.

Lalu ada pendapat ke empat yang mengatakan pula bahwa yang terakhir kali diturunkan ialah ayat mengenai warisan atau lebih rincinya mengenai kalalah. "Mereka meminta fatwa kepadamu. Katakanlah : Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah" (an-Nisa : 176). Ayat yang terakhir kali turun menurut hadist Barra' ini adalah berhubungan dengan masalah warisan.

Pendapat ke lima menyatakan bahwa, yang terakhir turun adalah firman Allah : "Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rosul dari kaummu sendiri" sampai dengan akhir surat.

Dalam al-Mustadrak disebutkan, dari Ubai bin Ka'ab yang mengatakan : "Ayat terakhir kali diturunkan : sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri." (at-Taubah : 128-129) sampai akhir surat. Mungkin yang dimaksudkan adalah ayat terakhir yang diturunkan dari surah at-Taubah. Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa hadist ini memberitahukan bahwa surat ini adalah surat yang diturunkan terkhir kali, karena ayat ini mengisyaratkan wafatnya Rasulullah SAW sebagaimana dipahami oleh sebagian sahabat. Atau mungkin surah ini adalah surat yang terakhir kali diturunkan.

Pendapat ke enam mengatakan pula bahwa yang terakhir kali turun adalah surat al-Maidah. Ini didasarkan pada riwayat Tirmizi dan Hakim. Dari Aisayah r.a tetapi menurut pendapat kami, surat itu surat yang terakhir kali turun dalam hal halal dan haram. Sehingga tak satu hukum pun yang dinasikh di dalamnya.

Pendapat ke tujuh mengatakan bahwa yang terkhir kali turun ialah firman Allah : "Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya : Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain." (Al-Imran : 195). Ini didasarkan pada hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih melalui Mujahid, dari Ummu salamah; dia berkata: "Ayat yang terakhir kali turun adalah ayat ini: "Maka Tuhanmu memperkenankan permohonan mereka: "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kaummu..." sampai akhir ayat tersebut.

Hal itu disebabkan dia (Ummu Salamah) bertanya : Wahai Rasulullah, aku Melihat Allah menyebutkan kaum lelaki akan tetapi tidak menyebutkan kaum perempuan. Maka turunlah ayat : "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain,"(An-nisa : 32) dan turun pula : "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim." (al-Ahzab: 35).

Serta ayat ini : "Maka Tuhan mereka..." Ayat ini adalah yang terakhir diturunkan dari ketiga ayat di atas. Ia ayat terakhir yang diturunkan yang di dalamnya tidak hanya disebutkan kaum lelaki secara khusus.

Dari riwayat itu jelaslah bahwa ayat tersebut yang terakhir kali turun diantar ketiga ayat diatas. Dan yang terakhir turun dari ayat-ayat yang didalamnya disebutkan kaum perempuan.

Lalu pendapat ke delapan mengatakan bahwa ayat terakhir yang turun ialah ayat : "Dan barang siapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya." (An-Nisa : 93).

Ini didasarkan pada hadist yang diriwayatkan Bukhari dan yang lain dari Ibbn Abbas yang mengatakan : "Ayat ini (Barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah jahannam) adalah ayat yang terakhir diturunkan dan tidak dinasikh oleh apa pun.

Ungkapan "Ia tidak di nasikh oleh apa pun" itu menunjukkan bahwa ayat itu ayat yang terakhir turun dalam hal hukum membunuh seorang mukmin dengan sengaja.

Dan terakhir pendapat kesembilan mengatakan bahwa Ibnu Abbas berkata bahwa surat terakhir yang diturunkan ialah: "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan."

Al-Qadhi Abu Bakar al Baqalani mengomentari tentang berbagai riwayat mengenai yang terakhir kali diturunkan menyebutkan : "pendapat-pendapat ini sama sekali tidak disandarkan kepada Nabi saw. Boleh jadi pendapat itu diucapkan orang karena ijtihad atau dugaan saja. Mungkin masing-masing bicara tentang apa yang terakhir kali didengarnya dari Rasulullah SAW pada saat ia wafat atau tak seberapa lama sebelum ia sakit. Sedang yang lain mungkin tidak secara langsung mendengar dari Nabi. Mungkin juga ayat itu yang dibaca terakhir kali oleh Rasulullah SAW bersama-sama dengan ayat yang turun diwaktu itu. Sehingga disuruh untuk menuliskan sesudahnya, lalu dikiranya ayat itulah yang terakhir diturunkan menurut tertib urutannya."

Wallahu A'lam Bish-Showab,
Wassalamu 'Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc.


www.eramuslim.com