Seputar Zaman Purba, Dinosaurus, Dan Nabi Adam?


Pak Ustadz, saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan.

1. Bagaimana kedudukan zaman purba dalam kacamata Islam, mengingat bukti otentik-otentik seperti fosil Dinosaurus telah ditemukan? lalu apakah Nabi Adam yang merupakan manusia pertama juga hidup di zaman tersebut?

2. Sebenarnya apakah hubungan antara manusia purba dengan Nabi Adam sebagai manusia pertama? apakah memang Nabi Adam itu sendiri mempunyai perawakan seperti manusia purba?

3. Bagaimanakah proses Nabi Adam menurunkan keturunannya (manusia)? karena apakah mungkin habil dan qabil (keduanya anak Nabi Adam) menikah, padahal mereka adalah satu mahram.

Jazakumullah.

Maramis - Karang Indah


Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa bad.

Dinosaurus yang konon ada bukti otentiknya tidak berarti 100% otentik. Sebab sampai saat ini -perlu Anda pahami- bahwa belum pernah ditemukan fosil dinosaurus yang utuh semua tulang-tulangnya dan membentuk kerangka tubuh yang lengkap.

Yang ditemukan hanya tulang belulang yang sangat tidak utuh dan bahkan sudah jadi fosil, sehingga bagaimana sampai kepada bermacam-macam bentuk makhluk yang ada dalam film, lengkap dengan anatomi yang detail, dengan kaki, paruh, sayap, berat badan dan seterusnya, semuanya hanya perkiraan dan dugaan-dugaan semata. Selebihnya, adalah hasil kerja keras para ahli spesial efek Holywood yang membuat hayalan tentang hewan-hewan itu.

Sampai hari ini belum ada seorang pun yang pernah melihat dinosaurus dalam keadaan masih hidup dan utuh. Kecuali di Jurrasick Park dalam hayalan Stephen Spileberg. Bahkan sekedar tulang kerangkanya yang utuh pun belum pernah ada yang melihatnya. Yang ada hanya sepotong kecil tulang yang sudah jadi fosil. Itu saja dan tidak lebih. Dan bagaimana kisah sepotong kecil fosil bisa melahirkan imajinasi rupa-rupa makhluk purba, jawabannya adalah wallahu a`lam bishshawab.

Nabi Adam Seperti Apa ?

Nabi Adam adalah manusia sempurna seperti kita, berjalan tegak dengan kedua kaki, berpakaian yang menutup aurat, berbahasa (arab) fasih dengan jutaan kosa kata. Punya agama yaitu Islam dan bahkan dia adalah seorang nabi yang menerima wahyu dari Allah SWT serta syariat khusus untuk manusia saat itu.

Sosok Nabi Adam sangat civilize sekali, beliau bukan makhluq purba. Beliau adalah makhluk penghuni surga yang penuh peradaban maju. Beliau turun ke muka bumi bisa dikatakan sebagai `alien` dari sebuah peradaban yang jauh lebih maju dan jauh lebih cerdas. Karena itulah disebut sebagai `khalifah` di muka bumi. Beliau adalah jenis makhluq terbaru di muka bumi yang sebelumnya belum pernah ada.

Beliau adalah makhluq cerdas bahkan teramat cerdas. Bahkan dahulu ketika baru diciptakan, seluruh malaikat bersujud kepadanya atas perintah Allah Tuhan alam semesta, lantaran kecerdasannya itu. Kecerdasannya menjadikannya makhluq yang punya derajat amat tinggi di tengah makhluq yang pernah ada.

Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama yang sujud itu. (QS. Al-Hijr : 30-31)

Sama sekali jauh dari gambaran manusia kera-nya si Darwin itu yang berjalan dengan empat kaki dan menjadi makhluq purba berpakaian seadanya.

Qabil dan Habil Menikahi Saudari Mereka

Syariat yang Allah SWT turunkan berbeda-beda untuk tiap nabi. Sesuatu yang halal di suatu umat bisa saja haram di umat lainnya. Sehingga kalau di masa itu dibolehkan menikah dengan adik kandungnya sendiri, apa susahnya buat Allah SWT untuk membuat peraturan?

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.


www.syariahonline.com