Pembantu Halal Disetubuhi karena sama dengan budak?


Bagaimana kedudukan pembantu dalam Islam, apakah sama kedudukannya dengan hamba sahaya. Apakah boleh digauli tanpa nikah?

Erus - Jakarta


Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Pembantu rumah tangga (PRT) sama sekali berbeda dengan budak. Mereka adalah orang yang merdeka dan memiliki hak kebebasan sebagai manusia. Apalagi di masa kini di sebuah negeri yang tidak mengakui adanya perbudakan, maka memperlakukan mereka sebagai budak, apalagi menggaulinya tanpa menikahinya, adalah perbuatan haram yang diancam dengan dengan dosa besar.

Budak sama sekali berbeda dengan berbeda dengan pembantu. Pembantu adalah manusia bebas yang bekerja pada majikan. Dia punya hak atas dirinya, keluarganya dan hartanya. Dia adalah manusia seutuhnya.

Sedangkan budak adalah 1/2 hewan, karena dia tidak memiliki dirinya sendiri, juga tidak memiliki keluarganya dan juga tidak berhak atas hartanya. Dalam hal ini statusnya adalah hewan, tapi wujud pisiknya adalah manusia yang bisa bicara.

Lebih jauh tentang hukum masalah muamalah dengan budak, bahwa budak yang boleh digauli tuannya adalah budak yang tidak punya suami atau anak sebelumnya. Bila tuannya menggauli budak itu dan hamil lalu melahirkan, maka anak itu anak yang merdeka dan milik tuannya.

Semua itu hanya berlaku pada budak dan sangat dilarang untuk dilakukan pada manusia merdeka. Di zaman ini dimana perbudakan sudah tidak ada lagi, memperlakukan pembantu sebagai budak dengan menyetubuhinya adalah zina yang diancam dengan hukum rajam (mati).

Hanya mereka yang tidak paham Islam dan jauh dari peradaban saja yang masih memperlakukan hal itu. Meski mereka orang Arab sekalipun. Karena ke-Arab-nya tidak ada pengaruhnya pada akhlaqnya dan bahkan lebih bejat dari non arab. Di mata Allah, yang memperlakukan manusia merdeka sebagai budak akan disiksa dengan siksa yang teramat pedih.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.


www.syariahonline.com