Mengekang Hawa Nafsu
 Oleh : Suprianto


''Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, niscaya ia akan menyesatkan engkau dari jalan Allah.'' (QS Shaad [38]: 26).

Ayat di atas mengandung perintah kepada kita untuk mengekang hawa nafsu. Allah SWT menyuruh agar kita senantiasa mengikuti perintah-Nya dan jangan mengikuti perintah hawa nafsu yang akan merugikan dan menghancurkan kehidupan kita.

Hawa nafsu mengandung pengertian kecenderungan hati kepada hal-hal yang disukai dan dicintai yang tidak ada kaitannya dengan urusan akhirat, seperti perkara yang melalaikan, menggiurkan, melenakan, takabur, riya, sombong, kemaruk pangkat dan kekuasaan, cinta dunia, suka berkata kasar, makan berlebihan, mengumbar syahwat, dan sifat-sifat tercela lainnya.

Lawannya, mengekang hawa nafsu, berarti menjauhi perintahnya yang keji dan jahat. Sebab, secara alamiah nafsu memang memiliki sifat senantiasa menyuruh manusia untuk melakukan perbuatan keji dan jahat. Firman Allah, ''Sesungguhnya nafsu itu menyuruh kepada kejahatan.'' (QS Yusuf [12]: 53).

Sebagai seorang beriman janganlah kita menuruti kemauan hawa nafsu, sebab nafsu senantiasa mencegah kita menikmati rasa ibadah, menjauhkan kita dari Tuhan, dan menghalangi kita melihat keagungan dan kebesaran-Nya. Jika hal-hal sedemikian telah terjadi, maka itu tandanya hati kita sudah mati dan tidak akan dapat menerima wasiat dan nasihat lagi.

Jika seseorang mengikuti hawa nafsunya, maka sungguh dia telah tertipu dan rugi di dunia dan akhirat. Kerugian di dunia jelas, sebab orang di sekeliling tentu akan membenci dan memencilkannya dari pergaulan. Kerugian di akhirat lebih jelas, sebagaimana tertera dalam firman-Nya, ''Adapun orang yang durhaka dan lebih mementingkan kehidupan dunia, maka sesungguhnya neraka itulah tempat tinggalnya. Dan adapun orang yang takut akan kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsunya, maka sesungguhnya surga itulah tempat tinggalnya.'' (QS An-Nazi'aat [79]: 37-41).

Dalam pertarungan melawan hawa nafsu, manusia dapat dibagi kepada tiga kategori. Pertama, mereka yang telah dikalahkan oleh hawa nafsunya sehingga musnahlah kehidupannya. Kedua, mereka yang kadang-kadang dikalahkan oleh hawa nafsunya, tetapi sewaktu-waktu mereka juga berhasil mengalahkannya. Ketiga, mereka yang telah berhasil mengalahkan hawa nafsunya seperti nabi, rasul, dan sebagian wali Allah. Golongan yang ketiga ini telah melaksanakan apa yang difirmankan Allah dalam QS An-Nazi'aat ayat 40-41.

Allah juga mengingatkan kita akan kerusakan akibat mengikuti hawa nafsu. Firman-Nya, ''Kalau sekiranya kebenaran itu mengikuti hawa nafsu mereka, niscaya binasalah langit dan bumi dan apa-apa yang ada di dalamnya.'' (QS Al-Mukminun [23]: 71). Artinya, jika semua manusia mengikuti kehendak hawa nafsunya saja sudah tentu alam semesta ini akan hancur dibuatnya. Wallahu a'lam bish shawab.


republika