Harta Apa Saja yang Wajib Dizakati?


Harta benda apa saja yang wajib dizakati? Bila kami hanya memiliki sebuah mobil dan sebuah motor yang kami (suami-istri) pakai setiap hari untuk bekerja, apakah harus dizakatkan?

Zainuddin


Jawaban:

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah, washshalatu wassalamu 'ala Rasulillah, Waba'du.

Motor dan mobil yang anda pakai sehari-hari bukanlah termasuk harta yang wajib dizakati. Dalilnya adalah bahwa di masa Rasulullah SAW tidak ada kewajiban zakat atas unta, keledai atau kuda yang dijadikan sebagai endaraan. Yang ada hanyalah zakat atas unta, sapi atau kambing saja, yaitu hewan-hewan yang sengaja diternakkan untuk diambil hasilnya.

Tidak semua jenis harta wajib dikeluarkan zakatnya. Meski nilainya besar, namun harus diperhatikan bentuk harta itu sendiri. Bila berbentuk emas, uang tunai, hewan ternak jenis tertentu, modal berputar dari sebuah perdagangan atau hasil pertanian, maka barulah wajib dikeluarkan zakatnya. Di luar dari jenis-jenis harta itu, hukumnya masih mukhtalaf di kalangan ulama. Misalnya zakat profesi atau gaji. Juga zakat persewaan atas barang yang dimiliki.

Sedangkan di luar dari keduanya itu, umumnya para ulama tidak mewajibkan zakat. Misalnya rumah, tanah, lahan, sawah, kendaraan atau properti tidak termasuk jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Kecuali bila benda-benda itu disewakan lalu mendatangkan hasil, maka sebagian ulama mengenakan zakat persewaan.

Selain bentuk atau jenis hartanya, juga harus diperhatikan nishabnya. Masing-masing jenis harta itu hanya wajib bila memang telah memenuhi nishabnya saja. Bila belum mencukupi nishab, maka belum lagi diwajibkan zakat atas benda-benda itu. Nishab emas, uang simpanan dan modal berputar dagangan adalah senilai 85 gram emas. Nishab hasil pertanian adalah 5 wasaq atau senilai 520 kg beras. Nishab hewan ternak juga ada tabelnya tersendiri.

Dan syarat lainnya adalah bahwa harta yang wajib dizakati itu adalah harta yang dimiliki secara sepenuhnya oleh pemiliknya. Bila harta itu merupakan kumpulan dari miliki beberapa orang yang masing-masing nilainya tidak mencapai nishab, tentu tidak wajib dizakati. Atau bila harta itu masih milik orang lain seperti harta yang kita pinjam, juga tidak wajib kita zakati.

Ada lagi syarat lainnya yaitu bahwa harta itu telah lebih dari kebutuhan dasar seseorang. Maka meski seseorang punya harta yang banyak, namun bila dia punya tanggungan yang besar pula, maka perlu diperhatikan juga seberapa besar sisa harta yang dimilikinya. Bila yang tersisa hanya sedikit, maka zakatnya pun disesuaikan dengan sisa harta yang masih dimilikinya. Sebaliknya, bila sisanya cukup besar, maka zakatnya pun besar pula.

Sebagian dari jenis harta itu pun masih mensyaratkan putaran setahun untuk wajib dizakati. Seperti zakat ternak, zakat perdagangan, zakat emas, zakat uang tunai dan lainnya. Kecuali zakat pertanian yang harus dikeluarkan zakatnya tanpa harus menunggu putaran satu tahun (haul). Zakat pertanian dibayarkan tepat pada saat seorang petani memanen hasil.

Para ulama juga menyebutkan bahwa harta yang wajib dizakati itu adalah harta yang tumbuh memberikan hasil kepada pemiliknya. Bukan harta yang diam tidak memberikan hasil apa-apa. Maka bisa kita perhatikan bahwa kecuali emas atau uang tunai, jenis kekayaan seperti pertanian, peternakan, perdagangan itu adalah jenis harta yang dinamis dan memberikan pemasukan bagi pemiliknya.

Maka kalau kita simpulkan, paling tidak ada 5 syarat yang perlu diperhatikan dalam harta yang wajib dizakati:

1. Dimiliki secara penuh.
2. Mencapai nisab.
3. Telah dimiliki selama setahun (qamariyah bukan syamsiyah).
4. Sudah melebihi hajat (kebutuhan) pokok.
5. Harta yang tumbuh.

Demikianlah syarat harta yang wajib dikeluarkan zakatnya sebagaimana dijelaskan dengan tuntas oleh Dr. Yusuf al-Qaradhawi dalam Kitab Zakat susunan beliau halaman 123 s/d 166 jilid 2. Silahkan anda rujuk sendiri untuk keterangan yang lebih rinci.

Wallahu a'lam bishshawab.
Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.

Ahmad Sarwat, Lc.


eramuslim